BeritaHot | Sejak bumi diciptakan, perang sudah menjadi bagian dari sifat manusia, konflik terus bergulir di setiap sudut bumi setiap harinya banyak manusia kehilangan nyawa akibat peperangan.
Yang kita ketahui selama ini peperangan identik dengan pria dewasa, namun ada beberapa negara yang justru merekrut anak dibawah umur untuk dijadikan tentara.
Alasan nya beragam, dimulai dari kesulitan sdm hingga sengaja untuk menjadikan anak sebagai tentara sebagai benteng, atau juga mereka (anak) rela mengangkat senjata untuk melindungi diri mereka sendiri dan keluarga dari serbuan kelompok yang bertikai.
Berikut (Top) 9 Negara Perekrut Tentara Anak di Bawah Umur Terbanyak di dunia
9) Republik Chad
Republik Chad menurut wikipedia adalah sebuah negara di Afrika Tengah, banyak tentara anak yang berkeliaran di Republik Chad yang direkrut dari hampir setengah juta pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian akibat konfilk internal. Ketidakstabilan politik, kemiskinan dan kelaparan membuat kelompok militer dan opisisi terpaksa merekrut (menculik) anak-anak untuk dijadikan tentara. Anak berumur 13 tahun sudah bukan hal aneh membawa senjata dinegara tersebut dan juga mereka ikut dalam beberapa pertempuran.
 
8) Sudan Selatan
Sudah selatan kini dalam perang saudara dan akibatnya juga berdampak pada anak di bawha umur yang harus menanggung beban dari pertikain orang dewasa, walaupun pemerintah Sudan Selatan sudah berjanji untuk menghentikan kasus tentara dibawah umur, buktinya hingga saat ini masih banyak anak berkeliaran membawa senjata.
Ada lebih 11.000 anak yang tercatat sebagai relawan (tentara) dikedua sisi antara pemerintah dan pemberontak. Polisis militer masuk ke setiap sekolah untuk mengambil beberapa anak dan dijadikan tentara.
 
7) Republik Afrika Tengah
Seperti banyak negara Afrika lainnya, Afrika tengah juga ikut merekrut anak untuk dijadikan tentara, perang etnis, agama dan berbagai latar belakang permusuhan lain nya. Tercatat Afrika tengah memiliki 6000 tentara anak dibawah umur.
6) Sudan
Sejak 2003 hampir 3 juta orang mengungsi ditengah kejadian Genosida dan pemerkosaan sistemis, dalam kerusuhan tersebut ribuan anak diculik untuk dijadikan budak, dijual, maupun sebagai tentara. Usia anak-anak yang dijadikan tentara berkisar 11-15 tahun.
 
5) Uganda
Tentara perlawanan Uganda telah menculik lebih 30.000 anak dalam dua puluh tahun terakhir untuk gunakan sebagai pejuang-pemerkosa-penyiksa tahanan. Dipimpin oleh Joseph Kony Tentara perlawanan dibentuk untuk memerangi angkatan pertahanan Uganda.
 
4) Bolivia 
Bolovia memang mewajibkan bagi anak berumur minimal 18 tahun untuk mendaftar dalam latihan militer, namun belakangan justru terjadi kekacauan dan banyak anak berumur 15 tahun mendaftarkan diri sebagai tentara. Bahkan diperkirakan 40 persen angkatan bersenjata Bolovia adalah anak dibawah 18 tahun.
3) Somalia
Salah satu negara paling memprihatinkan di bumi adalah Somalia, anak-anak membawa senjata sudah menjadi pemandangan umum. Perang etnis, agama dan sipil telah menjadi “hobi” dalam beberapa dekade. Selama perang, banyak kelompok tertentu menculik anak-anak dan mencuci otak mereka, adapula mereka yang dibayar secara bulanan untuk maju kedalam medan perang.
Di daerah Mogadishu, pemandnagan anak 10 tahun membawa AK47 adalah hal biasa.
 
2) Republik Kongo
Negara Afrika lain nya yang terus berkonflik dalah Republik Demokratik Kongo, diperkiarkan sebanyak 20.000 anak telah di jadikan sebagai tentara oleh masing-masing kelompok yang bertikai.
 
1) Myanmar
Myanmar telah mengalami perang saudara sejak 1948, dengan begitu banyak etnis yang berbeda dan masing-masing bersaing untuk memperebutkan kekuasaan. Pada tahun 2011 tercatat sebanyak 20 persen tentara nasional yang berjumlah 350.000 adalah anak dibawah usia 18 tahun bahkan angka itu melebih perhitungan yang ada.