BeritaHot | Di zaman dengan sangat melimpahnya kemudahan, ternyata kesehatan otak kita bisa terancam. Jika di era jauh sebelum saat ini, menurunnya kualitas otak hanya bisa terjadi karena penyakit, di antaranya alzheimer, stroke dan sebagainya. Beberapa cidera kepala juga berpengaruh, namun hal ini tak bisa dibandingkan dengan saat ini.

Hal ini dikarenakan di era sekarang, berbagai hal di sekitar kita bisa jadi hal yang mengancam hilangnya sel otak kita. Mulai dari polusi udara, pencemaran merkuri pada seafood yang kita makan, hingga kandungan flouride yang ada dalam bahan-bahan rumah tangga. Kesemuanya menyebabkan turunnya jumlah sel otak dan jadi kambing hitam menurunnya kecerdasan generasi penerus bangsa.

Padahal sebenarnya, setiap saat seseorang kehilangan sel otak. Namun jika tidak banyak dan tidak dalam waktu yang terus menerus, tak akan ada masalah. Bahkan otak memiliki kemampuan untuk regenerasi, atau lebih sering disebut neurogenesis. Jadi meski berbagai hal di sekitar kita memang cukup berbahaya untuk kecerdasan otak kita, secara cermat Anda bisa menumbuhkannya kembali dan menumbuhkan kecerdasan Anda!

Berikut adalah beberapa cara untuk menumbuhkan 5 cara menumbuhkan lebih banyak sel otak kamu biar makin jenius

1. Pembatasan kalori secara ketat

Memperhatikan apa yang Anda makan dan berusaha mengontrol diri atas apa yang masuk ke perut, tak hanya baik untuk lingkar pinggang saja. Karena dilansir dari Mental Health Daily, membatasi dengan ketat kalori yang masuk ke tubuh, tubuh akan mengirim sinyal ‘stress’ ke otak. Meski terlihat buruk, ternyata otak meresponnya dengan menumbuhkan sel otak yang baru.

Hal ini bisa bekerja hanya dengan mengurangi 20 persen hingga 30 persen dari asupan kalori sehari-hari. Jika berlebihan, hal ini bisa membahayakan tubuh karena banyak sistem dalam tubuh yang asupan nutrisinya tak terpenuhi.

2. Lari

Berlari, jogging, atau berbagai aktivitas aerobik secara general, sudah lama dihubungkan dengan neurogenesis. Uniknya, sembari kita ‘menjadi cerdas’ dengan menumbuhkan sel otak baru, hal ini adalah cara paling tepat untuk mereduksi stres jika dilakukan dengan tidak berlebihan.

Disarankan untuk berlari dalam kelompok. Bisa dilakukan bersama komunitas, atau teman-teman, atau bahkan pasangan. Hal ini berhubungan dengan maksimalisasi efek mood-boosting. Meski demikian, berlari sendiripun masih akan membuat otak Anda melahirkan sel otak yang baru. Hanya dengan berlari.

3. Konsumsi greentea

Anda mungkin tak suka lari, atau tak suka juga membatasi asupan kalori Anda sehari-hari. Hal tersebut wajar kok. Dan para ilmuwan sudah menemukan gantinya: greentea.

Sebuah studi tahun 2012 menyatakan bahwa konsumsi greentea per hari memiliki efek serupa dengan pembatasan kalori yang masuk ke tubuh. Hal ini dikarenakan greentea mengandung sebuah senyawa bernama EGCG, sebuah anti-oksidan yang membantu mengembangkan fungsi kognitif otak, melalui regenerasi dari sel otak.

Saat ini, teh hijau dengan kandungan EGCGnya pun jadi kunci utama para ilmuwan untuk memerangi penyakit degeneratif di masa depan.

4. Konsumsi bluberi

cara lain yang unik dan menyenangkan untuk menjadi cerdas adalah hanya dengan menambah bluberi di diet Anda. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008, sebuah anti-oksidan yang berada di sebuah beri kecil, mampu mengalirkan darah ke otak jadi lebih sempurna. Hal ini tak hanya melindungi sel otak, namun juga memimpin formasi sel dalam otak untuk memproduksi yang baru.

Warna biru yang ada di buah bluberi adalah zat anthocyanin yang dikandung buah tersebut. Kandungan inilah yang paling kuat terkait dengan neurogenesis.

5.Konsumsi ganja sintetis

Merdeka.com – Meski hal ini mustahil dilakukan, ternyata marijuana sintetis punya hubungan erat dengan lahirnya sel otak yang baru. Uniknya, manfaat ini sama sekali tak ditemukan di marijuana asli.

Ganja sintetis atau disebut cannabinoids ini diteliti dan ditemukan efek layaknya anti-depresan, atau obat anti depresi. Obat anti depresi sendiri punya manfaat juga untuk melahirkan kembali sel otak. Hal ini dikarenakan anti depresan dapat menambah kembali jumlah neurotransmitter tertentu yang baik, seperti serotonin.