BeritaHot | Ario Kiswinar Teguh mengaku masih ingat betul masa-masa di mana dirinya mendapatkan kasih sayang hingga nasihat dari Mario Teguh.

“Saya malah ingat, dulu ayah saya tuh kalau pagi dan saat beliau tidak kerja pasti mengajak saya keluar, tapi bukan untuk jalan-jalan. Contohnya main golf. Seperti saat latihan pukulan swing,” kenangnya.

“Karena saya lihat begitu, saya juga kepingin. Om saya ada stik, stik itu digergaji dan dikecilkan oleh ayah saya supaya saya bisa main. Itu karena ayah saya terampil,” sambungnya seraya menceritakan Mario Teguh pernah membuat furniture untuk bingkai salon audio di rumah.

Namun, nasihat dengan kata-kata bijak kala dirinya masih kecil itu justru memembuatnya tergelitik jika membandingkan dengan bantahan yang dilakukan Mario Teguh pada saat ini.

“Papa dulu ngajarin, ini menurut beliau untuk semua, untuk di kehidupan, dunia kerja, berteman, yakni bahwa ‘Jadi orang yang jujur saja, nggak usah dusta. Karena orang berdusta malah merugikan diri sendiri, malah jadi kemana-mana, nggak apa-apa.’ Begitu,” kenangnya.

“(Mario Teguh bilang) diakui aja kalau memang salah, kalau memang ada hal yang tidak sesuai, yah terima konsukuensinya. Memang kalimatnya tidap persis seperti itu. Tapi, poinnya kurang lebih seperti yang dikasih ke saya saat saya kecil,” sambungnya.

Ia mengaku sejak kecil hingga saat dewasa seperti sekarang ini hanya mengakui Mario Teguh sebagai ayahandanya. Dan tidak ada nama laki-laki lain yang pernah ia akui sebagai ayahnya.

Namun, selepas kedua orangtuanya bercerai dan dirinya sangat membutuhkan dana pendidikan terutama saat ingin berkuliah, Mario Teguh tak pernah lagi menyantuninya.

Ia tidak mengetahui apa alasan Mario melakukan hal seperti itu.

“Malah beberapa hari berikutnya papa menelepon, jangan hubungi papa lagi,” ujarnya.