Publik dikejutkan dengan kasus penganiayaan yang menimpa korban seorang mahasiswi UNIKOM Bandung. Diketahui mahasiswi tersebut bernama Aminah Alida (18).

Aminah dikeroyok dan disundut rokok di Apartemen Metro Suite, Bandung pada 24 Januari 2017. Yang mengejutkan, pelakunya adalah teman korban sendiri berinisial MS (20), RM (21), RH (18), IM (17) dan SQ (18).

Pada hari kejadian, sekitar pukul 08.30 WIB, Aminah dihubungi oleh pelaku bernama Maya untuk datang ke Apartemen Metro Suite Tower E Lantai 5 No. 25. Pelaku beprura-pura akan berkelahi dengan seseorang dan meminta bantuan korban.

Namun saat korban tiba di kamar nomor 25 tersebut sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku bersama teman-temannya yang sudah menunggu justru langsung memukuli.

Dari pemeriksaan, didapatkan informasi bahwa Maya kesal lantaran korban sudah mem-follow Instagram pria yang sedang ” digebet” pelaku. Di dalam kamar aprtemen itu pun akhirnya, Maya langsung memukuli korban bertubi-tubi.

” Masih dalam kondisi emosi, pelaku juga menyundut api rokok ke tangan kanan dan kiri korban,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana, Minggu, 29 Januari 2017.

Kemudian pelaku bernama RM, ikut memukuli muka korban disertai jambakan ke rambut korban oleh pelaku bernama RH. Korban pun jatuh. Saat korban sudah tak berdaya di lantai apartemen mewah tersebut, MS, RM, dan IM kembali menampar, memukuli serta menendang tubuh korban.

Pulang dengan Tubuh Penuh Luka & Tanpa Uang

Penyiksaan tersebut terus menerus dilakukan hingga pukul 11.30 WIB. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar mengeluarkan darah di bibir bawah, luka memar di tangan kanan bagian dalam, luka cakar di tangan kanan dan kiri, luka bakar akibat disundut rokok di bagian tangan kanan dan kiri, luka lebam di wajah bagian mata kiri dan memar di bagian lutut sebelah kanan korban.

Ternyata penyiksaan dan pengeroyokan terhadap korban tak berhenti sampai di situ, pelaku bernama Rindu juga memaksa korban untuk menyerahkan sejumlah uang untuk beli minuman keras. Dalam keadaan tertekan, korban menyerahkan uang terakhirnya Rp 100 ribu kepada Rindu di ruang ATM yang berada di lantai dasar apartemen.

Lantas sekitar pukul 12.00 WIB, korban diusir dari apartemen tersebut. Dengan tubuh penuh luka dan tanpa uang, korban pulang dengan menggunakan jasa ojek online.